Wednesday, 16 April 2014

All about ........

Jika ditanya siapa orang yang bisa berubah-ubah menjadi sosok orang lain dalam waktu yang sangat cepat, jawabannya adalah dia.
Jika ditanya siapa orang yang paling bisa membuatku tersenyum saat airmataku mengalir, jawabannya dia.
Jika ditanya siapa orang yang paling bisa membuatku kesal sepanjang hari, jawabannya dia.

Dia, 
Mungkin hanya dia lah satu-satunya orang yang paling tau kebiasaan burukku.
Paling mengerti keadaanku.
Paling memahami diriku sepenuhnya, bahkan mungkin hal paling tidak aku ketahui sekalipun tentang diriku sendiri.

Sebelumnya aku sudah tau namanya, tapi aku tidak pernah bertemu bahkan untuk melihat bagaimana wajahnya pun aku tidak pernah.
Setelah aku dan dia saling mengenal satu sama lain, ternyata dia orang yang asik dan baik, kami banyak memiliki kesamaan. Bisa dibilang hampir sama.
Kadang aku bingung, harus menyesal bertemu dengannya terlalu cepat atau terlalu lambat?
Aku pun binggung kenapa dia harus sebaik ini padaku bahkan disaat kami berjauhan.

Dia adalah seseorang yang istimewa dalam hidupku, sahabat karibku, teman akrabku, kadang menjadi seorang abang yang siap mengingatkanku disaat aku salah, kadang bisa menggantikan sosok ayah yang selalu tahu mana yang terbaik untukku. Satu harapanku, semoga sampai kapanpun dia selalu ada dalam hari-hariku. Siapakah dia? Siapa namanya?
Biarkan dia duduk dengan nyaman didalam hatiku, biarkan aku merindukannya dari kejauhan.

Rapuh Menatap Masa Depan

Saat mendengar masa depan apa yang ada dalam pikiran anda?



Inilah yang membuat saya galau.
Kenapa? Karena entah kenapa saya terlalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi masa yang akan datang. Walau saya tau bahwa masa depan itu ketentuan Tuhan yang belum terjadi, ia masih suci sekalipun masa lalu sangat kelam.
Tapi saya takut menggagalkan impian-impian indah yang selama ini saya bangun. Setiap saya mencoba bermimpi akan masa depan tiba-tiba saja muncul kekhawatiran dan pesimis pada diri saya sendiri.
"apakah saya mampu?", "apakah saya layak?", "apakah ini hanya impian yang tak berkesudahan?"

Semakin saya beranjak dewasa, saya semakin mengerti bahwa ternyata dunia ini penuh dengan hal-hal negatif. Tak ada seorang pun yang bisa menjadi positif jika bukan dirinya sendiri yang menjadikan positif. Faktor lingkungan, teman, bahkan keluarga sendiripun bisa menghadirkan kesan negatif dalam hidup. Contohnya saja disaat kamu memutuskan untuk melanjutkan keluah atau kerja ke Amerika, pasti akan ada yang mengatakan "eh tempat itu tidak baik, bahaya", "Islam hanya golongan minoritas, kamu bisa dibunuh disana", "disana biaya hidupnya sangat mahal".

Semua hal bermula dengan kesan negatif, jika tidak diri kita sendiri yang meyakinkan, tidak akan pernah ada kata positif dalam hidup. Mungkin itu juga yang membuat saya tidak berani menatap jauh ke masa depan. Namun sekarang saya tengah berusaha berbenah diri untuk menjadi pribadi yang lebih berani untuk bertindak, saya tidak ingin terus-terusan menjadi pribadi yang tenggelam dalam kekhawatiran yang tak pasti dan belum terjadi. Banyak hal yang telah saya ubah pada diri saya sendiri, contohnya saat ini saya tengah tertarik dengan tontonan yang berbau motivasi dari motivator terkenal, membaca artikel-artikel tentang membangun jati diri yang lebih baik, mengubah sistem belajar saya, mencoba meninggalkan zona nyaman, berolahraga, dan satu hal lagi ialah dengan mengubah letak furniture didalam kamar. Saya rasa hal ini sangat berpengaruh karena suasana baru dapat meningkatkan semangat yang baru juga.




Tuesday, 15 April 2014

Jatuh karena Sombongkah?

"Jatuh"
Satu kata yang sangat simpel namun memiliki berjuta makna didalamnya. Sedih, pengorbanan, perjuangan dan airmata menjadi bagian dari makna kata tersebut.

Roda itu berputar, tak selamanya berada dibawah dan tak selamanya juga berada diatas.
Ada masa dimana kita merasa dunia ini hanya milik kita seorang, yang lain ngontrak dan ada juga masa dimana dunia ini terlalu kejam dan tak berpihak pada kita.

Saya terkadang prihatin melihat kondisi dimana jika seseorang sedang senang dan bahagia, ia mengekspresikannya dengan terlalu berlebihan. Ia berlagak seolah-olah hanya dia manusia yang paling bahagia dimuka bumi ini dan tidak pernah membayangkan posisi teman-temannya yang lain. Ia tidak peduli dengan perasaan orang lain yang melihat perilakunya tersebut. Jika sesosok manusia yang sedang lebay mengekspresikan kebahagiaannya di facebook dengan mengupdate status "Terima kasih Tuhan, hari ini Engkau baik sekali kepadaku, Engkau berikan aku rezeki yang berlebih sehingga aku bisa makan makanan yang enak di Pizz* ***, hangout bersama teman-teman di Star****, aku bahagia sekali"
Apa yang ia pikirkan? Jika ada teman mereka yang jangankan untuk hangout bersama teman-teman, untuk makan sehari-hari saja harus berhemat agar bisa cukup.

Saya rasa, manusia yang beriman dan berakal sehat tidak semestinya berdoa, bersyukur, mengeluh, mengekspresikan kebahagiaan secara berlebihan atau bahkan sampai mengumpat di media sosial. Cukup interaksi langsung kepada Tuhan dengan ibadah.
Kali ini saya akan memberikan contoh bukti bahwa Tuhan membalas perilaku orang sombong yang selalu menampakkan kelebihannya di media sosial.

PR adalah anak dari seorang direktur utama sebuah bank negeri disuatu kota. Nampaknya sang ayah baru saja diangkat menjadi direktur, sehingga semua anak-anaknya dibelikan berbagai gedget mahal terbaru, termasuk mobil baru. Rumahnya pun tak sesederhana dulu.
Ternyata sang anak menjadikan rezeki tersebut bukan untuk kebaikan malah sibuk pamer di media sosial miliknya, termasuk ibunya. Ibu PR sering membeli perhiasan dan barang-barang mewah. Awalnya semua teman-teman PR merasa senang dengan perubahan tersebut, ada yang memuji bahkan mengatakan selamat kepadanya.
Namun lama-kelamaan tingkah laku PR semakin meresahkan karena dari foto-foto yang diunggahnya tidak ada satupun yang lepas dari harta kekayaan sang ayah.

Tak lama kemudian sang Ayah jatuh sakit karena faktor usia yang sudah tua, maklum saja PR adalah anak bungsu dari 5 bersaudara. Sehingga jarak umurnya terbilang agak jauh.
Awalnya hanya kelelahan saja, namun karena usia ayahnya tak lagi muda sehingga perlu waktu yang agak lama untuk kembali sehat. Karena itulah sang ayah terpaksa pensiun dini sebelum waktunya.
Keluarga itu tak lagi menjadi keluarga yang kaya raya. Sang ayah telah pensiun, dan penghasilannya tak sebesar dulu. Tak ada lagi yang bisa dipamerkan oleh PR di sosia media. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari keluarga PR ini. Berhati-hati dalam bertindak karena bisa saja orang-orang yang melihat kesombongan kita itu, jauh didalam lubuk hatinya yang paling dalam mereka meminta agar Tuhan menegur kita, salah satu caranya mungkin seperti cerita saya barusan.
Terima Kasih ^^

Wednesday, 9 April 2014

Move On ( Terjatuh dan Berusaha Bangkit)



Welcome to my post guys, 

Kali ini aku akan bercerita tentang usaha aku untuk bangkit dari kesedihan yang berkepanjangan. Bukan tentang masalah dengan pacar, bukan tentang masalah galau putus cinta ataupun tentang galau mengingat sang mantan kekasih. Aku akan bercerita tentang usaha untuk move on  dari rindu yang mendalam dan rasa belum siap untuk terpisah 479 KM dari orang-orang tersayang.






Aku memang anak yang mandiri karena aku ditakdirkan menjadi  seorang kakak bagi 2 adikku, namun dalam urusan perasaan mungkin aku yang paling melow dibanding adik-adikku karena aku tidak mempunyai seorang kakak ataupun abang yang menjadi tempatku mencurahkan kesedihan.
Awal aku kuliah di UKM tidak terbayang sedihnya mesti berpisah dari orang-orang tercinta. Namun aku bersyukur karena Allah mau menghilangkan rasa sedihku secepat mungkin. Rasanya hanya perlu waktu beberapa hari bagiku untuk bisa beradaptasi pada lingkungan yang baru. Walaupun begitu tetap saja kadang timbul rasa sedih jika mengingat keluarga dan teman-teman di Padang.
Cara terbaik bagiku untuk bangkit dan move on dari homesick adalah dengan berpergian ke KL seorang diri, makan makanan yang enak dan pastinya makan es krim dan cokelat J
Sedikit demi sedikit kesedihan itu mulai pergi dan aku bisa mulai sibuk dengan lingkunganku yang baru, lingkungan yang gak bisa bermanja-manja, lingkungan yang jauh dari teman-teman yang gokil!! :( :( 

Thats all. thankisss :*

Merajuk or Ngambek?



Hy blogers,
Kali ini saya akan ngepost tentang merajuk. Bingung sih mau bikin apa, karena saya itu orangnya gak hobi ngambek (read: merajuk). Mungkin kali ini saya akan mendeskripsikan ngambek dengan cuek dan udah gak mau peduli lagi. Oke?! Lanjooooooooottttt :O
Saya mempunyai seorang teman dekat bernama Risya. Dia adalah teman terbaik yang pernah saya temui, Risya itu mungkin bisa dikategorikan sebagai makhluk ciptaan Allah yang hampir sempurna pada akhlak dan sifatnya. Dia itu orangnya baik, sopan, sabar, selalu bersikap ramah pada orang lain, disaat ada masalah dia selalu menghadapinya dengan tenang dan tidak gegabah. Yaaa pokoknya hampir sempurna lah walau terkadang dia juga komplain dan selalu cerewet kalau aku sedikit ceroboh dalam bertindak, nobody perfect right?

Karena aku di Malaysia dan dia di Indonesia, jadilah kami harus jarak jauh, dan selalu berkomunikasi dengan mengandalkan sosmed tercinta. Waktu itu aku sempat memasang foto di BBM tanpa menggunakan jilbab dan membiarkan rambutku dilihat oleh orang lain, waktu itu dalam pikiranku “gak apa lah pasang foto ini, kan yang ngeliat cuma teman dekat, walaupun ada contact cowok tapi mereka semua kan teman baikku” tanpa pikir panjang aku langsung memasang foto tanpa penutup kepala itu dan apa yang terjadi???? Risya melihatnya dan dia langsung komplain serta memarahiku.
Aku langsung merasa kaget dan tidak terima kenapa dia marah-marah kepadaku, aku tau kalau foto itu memperlihatkan aurat, tapi aku tetap bersikeras pada pendirianku. “Itu kan hanya memperlihatkan rambut, aku tidak merasa ada yang salah disana lagian yang melihat hanya teman dekatku, apa itu salah?” Entah kenapa waktu itu aku begitu keras kepala dan aku malah ngambek kepada Risya.
Karena pada dasarnya Risya itu anak yang baik dan selalu merasa tidak enakan pada orang lain, akhirnya dia yang mengalah dan meminta maaf duluan padaku karena langsung saja marah-marah tanpa ngomong secara baik-baik terlebih dahulu.
Aku pun yang menyadari bahwa yang aku lakukan itu adalah kesalahan akhirnya juga meminta maaf dan berjanji gak akan ngulangi kesalahan itu untuk yang kedua kalinya.
Hihihi itulah indahnya persahabatan, disaat yang lain melakukan kesalahan, yang lainnya harus mengingatkan sahabatnya dengan cara apapun agar tidak lagi mengulangi kesalahannya tersebut.
Sekian post saya kali ini.
Thank you for reading.

Kehilangan Untuk Selamanya

Hai Hamda Fitra Boer :)

Ira, aku beruntung pernah dekat dan kenal denganmu, kita pernah sebangku bareng waktu kelas X di COIN SEGA dulu. Aku rasa segala sifatmu tak ada satupun yang kamu sembunyikan dariku, karena dalam rentang waktu selama itu dari pukul 7 hingga 4 sore kita itu selalu duduk berdua, ngobrol, cerita, curhat dan tak sekalipun kita bertengkar dan berselisih paham.
Bagiku kamu itu orangnya kuat tapi cengeng, manja tapi mandiri hehe aneh ya? Tapi itulah kamu dimataku, aku yakin kamu pasti ngerti maksud aku Ra :)
Oiya Ra, kamu ingat waktu kita pernah berkhayal kelak kalau kita udah punya anak nanti, kita bakal ngejodohin anak kita? Hahaha dasar ya masa baru kelas 1 SMA khayalannya tentang begituan :D
Trus kamu juga pernah bilang mau ngerayain sweet seventeen kamu dengan tema princess and prince, semua orang harus bawa pasangannya masing-masing, kecuali aku!!!!! Tega banget Ira nih, gak adil :( Haha memang dasarnya jahil nih anak -_-
Tapi sayangnya, waktu sweet seventeen kamu impian itu gak bisa terwujud karena kamunya lagi sakit.. Ya Allah, waktu itu aku langsung inget dengan keinginan kamu itu, tapi yaudahlah aku pura-pura gak ingat aja dari padanya kamu sedih :(
Banyaaaaaaak banget yang mau aku ceritain tentang apa yang telah kita alami dulu, waktu kita ngerjain tugas mewawancara narasumber di rumah aku malam-malam, waktu kita pulang dari warnet malam-malam lalu naik motor sambil kehujanan, waktu kamu ngasih aku ampau uit cibu-cibu baru depan kelas bareng Reyhan, Wilda sambil kita ketawa keras-keras, trus selalu deh ini waktu kamu baru pulang dari manaaaa gitu transit dulu ke rumah aku minta dianterin pulang, Iraaa kenapa gak naik ojek aja sih? -__-
Aduuuuuuuhhhh banyak deh pokoknya yang gak bisa aku lupain, trus ada juga tuh rahasia-rahasia kamu dan rahasia kita berdua yang masih awet aku simpan *ssssssstt gak boleh ada yang tau, udah digembok lalu kuncinya dibuang deh* hahaha :D

Jika kamu masih tinggal dan hidup di dunia yang sama dengan aku, saat ini kamu sudah berusia 19 tahun. Sayang ya, kita gak bisa "malala" lagi habis ujian, gak bisa double date lagi, gak bisa dengar curhatan kamu lagi, gak bisa naik ojek bareng lagi, gak bisa ke rumah kamu dan teriak "Iraaaaaa" lagi dan kamu pun udah gak ada lagi datang ke rumah aku buat transit dan ngomong "Rin, anterin Ira pulang ya"
Tapi pokoknya semua kenangan itu akan selalu ada didalam hati dan pikiranku, aku gak bakalan bisa ngelupainnya begitu aja, semuanya masih utuh dan awet, cuma gak bisa tercurahkan semuanya lewat coretan dan puisi dalam blog ini. Yaaaaaaa, aku gak se puitis kamu, coba deh ubek-ubek bagian belakang buku aku dulu pasti isinya puisi kamu semua .Dasar nih Ira kerjaannya :D

Oiya kami juga punya panggilan sayang nih, emang orang pacaran aja yang punya, kami berdua juga punya keleeees.
Dianya manggil aku RINONG, aku salah apa coba di panggil begituan? :(
Teman-teman jadi pada ikutan deh, yaudah aku panggil aja Irong, tapi rasanya kurang maknyus manggil begituan, yaudah deh aku ganti aja jadi IRUIK haha jadi deh kami mesra gitu panggilan sayangnya :D

Makasih atas semua kenangan yang telah kamu berikan buat aku ya, Ra. Rasanya bangga punya teman sehebat kamu, gimana enggak coba? Tuh buktinya Allah aja sayang banget sama kamu, Ra :')
Bahagia disana ya Iruik ku sayang, semoga aja kelak kita bisa ketemu lagi, kangeeeeeeeen tau Ra :(
Sayang ya, kamu harus pergi meninggalkan dunia ini karena penyakit komplikasi pada usia 17 tahun, 2 tahun yang lalu kamu pergi meninggalkan aku, meninggalkan dunia ini untuk selamanya :(




About Me

Halo guys,

Sebelum perkenalan diri (lagi) saya akan sedikit cerita tentang blog ini. Sebelumnya saya mempunyai sebuah blog yang entah kenapa bisa “terhapus”. Setelah saya coba search di google sih katanya itu memang hal rutin yang dilakukan oleh google. Blog-blog yang tidak terpakai akan dihapus *jadi maksudnya blog gue gak kepake gitu? Bisa kena marah nih sama Sir Azzwan, enak aja main hapus  -_-*
Okelah lupakan masalah itu, lanjut saja ke perkenalan diri saya. Sebelumnya say helo untuk teman-teman yang nge-stalk blog saya hihihi :3 Untuk blog yang baru ini saya memutuskan untuk menggunakan Bahasa Indonesia, biar teman-teman di Malaysia bisa gehol :D
Perkenalkan nama saya Rini Syafitri, biasa dipanggil Rini kalau di sekolah dan di kampus, sedangkan kalau di rumah dipanggil Ririn. Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Lahir di Pariaman tanggal 7 Maret 1995 pada pukul 9 pagi. Ngomong-ngomong tentang waktu lahir, nenek saya mengatakan bahwa orang yang lahir pada waktu Dhuha hingga waktu Zhuhur itu memiliki sifat yang egois dan keras kepala, namun saya tidak setuju dengan pendapat itu, maklum saja saya ini kan anaknya baik, rajin menabung dan tidak sombong hahaha :D
Saya berasal dari Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Namun bagi saya Malaysia adalah rumah kedua saya dan keluarga karena dulu waktu kecil saya pernah tinggal di Batu 6, Gombak. Dan juga sempat sekolah di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah waktu TK di Tadika Al-Hidayah Gombak, karena saya ini anak yang mandiri *eeaak* jadilah tiap pagi itu saya pergi sendiri ke tadika dengan menaiki sepeda kecil saya karena jaraknya yang lumayan jauh dari rumah dan satu hal yang tidak pernah saya ingat adalah sepeda tersebut karena tiap pulang saya selalu jalan kaki bersama teman-teman. Akibatnya saya harus kembali lagi untuk mengambil sepeda itu *pantesan pelupa akutnya gak pernah hilang sampe sekarang L*
Rindu rasanya kembali ke Gombak, masa kecil yang indah. Tapi sayangnya saya tidak pernah bisa mengingat wajah dan nama-nama teman lama saya dulu baik waktu TK ataupun SD di Malaysia. Dikarenakan saya memang pelupa dan tidak adanya dokumentasi bersama teman-teman lama dulu. Hanya ada satu foto waktu saya TK dulu dan itu pun hanya foto saya sendiri L
Mengenai sekolah, saya hanya duduk sampai kelas 1 semester 1 di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Semester 2 nya saya beserta keluarga kembali ke Padang dan melanjutkan semester 2 di SDN 05 Surau Gadang, lanjut SMPN 12 Padang dan SMAN 10 Padang. Sekarang saya berada kembali di Malaysia, tepatnya di UKM ini J
Semoga kelak saya bisa kembali lagi ke Padang dengan membawa hasil yang membanggakan orang tua dan bisa membahagiakan mereka serta bisa mengapai cita-cita. Terus USAHA dan DOA. Amin ya ALLAH.
Sekian dari saya, terima kasih karena mau lebih dekat dengan saya. Bahasa kasarnya sih ngestalk blog saya (^-^)v